Batu-Batu, (Humas_Soppeng) – Kementerian Agama Kabupaten Soppeng dalam hal ini Penyelenggara Syariah kembali mengukur dan menentukan arah kiblat untuk pembangunan mesjid Nahdahtul Ulama di lingkungan sungai mati (Salo Mate’E) Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa, Selasa 15 Maret 2016.
Tim yang beranggotakan 4 orang ini terdiri dari Syamsu, S.Ag.,Indarwati, S.Sos.,Karhana, S.Ag., dan diketuai oleh Kepala Penyelenggara Syariah Kemenag Soppeng H. Fitriadi, S.Ag. M.Ag. Turut hadir pula dalam pengukuran dan penentuan arah kiblat ini, Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Soppeng Drs. Latang, M.Pd.I dan Ketua FKUB Kab. Soppeng H. Andi Agussalim Alwi, M.Si., Kepala KUA Kecamatan Marioriawa H. Hadenus, S.Ag. MH., Sekluh Limpomajang dan Kepala Lingkungan.
Mesjid dengan luas 9 × 9 meter persegi ini akan dibangun diatas tanah yang diwakafkan oleh salah seorang warga setempat yang bernama Usman Massi, nazhirnya adalah Muh. Yunus.
Pengukuran arah kiblat ini dimulai pada pukul 10.30 WITA dan sempat tertunda selama beberapa jam karena cuaca yang kurang bersahabat akibat hujan yang mengguyur lingkungan sungai mati sejak pagi. Namun hal tersebut tidak menggoyahkan optimisme Tim pengukuran yang telah menempuh perjalanan sejauh 40 km dari Kemenag Soppeng ke lokasi tersebut sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat.
Selang beberapa jam, akhirnya waktu menunjukkan pukul 13.30 WITA dan cuaca mulai terang karena matahari tidak lagi tertutupi awan mendung, sehingga tim kembali melakukan pengukuran. Alhasil, puluhan menit kemudian, arah kiblat untuk mesjid Nahdhatul Ulama telah ditentukan.
H. Fitriadi, S.Ag. M.Ag dalam kesempatan tersebut menjelaskan pentingnya pengukuran arah kiblat sebelum membangun mesjid atau mushallah, serta pembangunan rumah ibadah yang harus melalui prosedur sesuai aturan yang berlaku. (afr)

Comments
Post a Comment