Skip to main content

Dinas DIKMUDORA Soppeng gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1437 H.

Salotungo, (Humas_Soppeng) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKMUDORA) Kabupaten Soppeng melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad Saw, Senin, 11 Januari 2016, yang bertempat di Aula Kantor Dinas Dikmudora Soppeng. Dihadiri Kepala Dinas Dikmudora H. Rusman, M.Si., para Pejabat lingkup Dikmudora, pengawas, serta anggota Dharma Wanita dan Ust. KM. Mutaillah, S.Pd.I. M.Pd.I sebagai penceramah hikmah Maulid, Ust. Hendra Wirawan, S.Pd.I.(Alumni Pondok Pesantren Yasrib Watansoppeng) sebagai
Qari’.
Dalam Sambutannya, Kepala Dinas Dikmudora menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak terkait atas kerjasama yang baik sehingga terselenggaranya peringatan Maulid yang sangat penting ini untuk mengingat dan menerapkan sifat-sifat teladan Rasulullah demi memperoleh derajat Taqwa disisi Allah Swt.
Dengan menghadiri peringatan maulid ini, kita membuktikan diri kita sebagai hamba yang betul-betul mencintai Rasulullah dengan mempelajari dan mengkaji sifat dan kepribadian Rasulullah dalam peringatan Maulid ini. Menurut beliau, Maulid dengan pendidikan tidak boleh terpisahkan karna pendidikan juga berasal dari Rasulullah karna banyak ayat dan hadis mengenai pendidikan, ungkap H. Rusman.
Sementara ustadz Mutaillah dalam ceramahnya menjelaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw bukanlah suatu Syariat dalam Islam, atau suatu ketentuan dalam Islam. Namun, Maulid Nabi Muhammad Saw bisa menjadi bentuk Syi’ar dalam Menyiar’kan kehadiran Nabi besar Muhammad Saw beserta ajaran yang dibawanya. Janganlah menyebut Maulid Nabi dengan sebutan ‘Perayaan’, karena Perayaan dalam Islam hanya ada dua yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
Namun Maulid Nabi merupakan sebuah Syi’ar Peringatan atas lahirnya Nabi serta Rasul Terakhir ke dunia ini sekaligus memberitahukan ke seluruh dunia bahwasannya, Nabi dan Rasul yang terakhir yang telah diberitakan di kitab-kitab terdahulu telah lahir 1400 tahun yang lalu di Jazirah Arab. Sama halnya dengan Peringatan Maulid Nabi, maka sebuah kata “Peringatan” juga pantas disematkan pada Peringatan Isra Mi’raj, Peringatan Nuzulul Qur’an, dan Peringatan Tahun baru Islam.
Dalam pelaksanaan sebuah perayaan hari raya, maka harus terfokus pada tanggal 1 syawal sebagai perayaan hari raya Idul Fitri dan tanggal 10 Dzulhijjah sebagai perayaan hari raya Idul Adha. Waktu tersebut tidak bisa dirubah atau digeser ke waktu manapun. Itu tercermin dari shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang selalu dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah. Berbeda dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Peringatan Maulid Nabi sebagai bentuk Syi’ar kedatangan Nabi Muhammad Saw bisa dilaksanakan sebelum dan sesudah 12 Rabiul Awwal. Bahkan diluar bulan Rabiul Awwal pun, Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sebagai bentuk Syi’ar bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw sebagai Bentuk Syi’ar yang Menyi’arkan kehidupan Nabi Besar Muhammad Saw. Kalau bukan kita sebagai umat Muslim yang menyiar’kan, lantas siapa lagi?Jadikanlah perbedaan itu sebagai sesuatu yang indah, jangan saling menyalahkan dan menghujat sesama muslim, terangNya.
Kegiatan ini diakhiri dengan penilaian lomba hias telur yang melibatkan Kepala Dinas Dikmudora sebagai dewan jurinya. (afr)

Comments